Rukun dan syarat haji

 On Sabtu, 15 Desember 2012  

rukun dan syarat ibadah haji
Rukun dan Persyaratan Haji merupakan sesuatu hal yang pokok dan dipandang perlu untuk dipahami oleh setiap calon jamaah haji yang ingin melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Kesempurnaan dalam beribadah tentu saja tentu saja merupakan harapan setiap hamba dalam menunaikannya, dalam hal ini adalah beribadah haji . Ketika rukun dan syarat haji sudah terpenuhi, maka secara syariat kita telah mengikutinya dan predikat haji mabrur Insya Allah bisa diraih. 

Inilah beberapa rukun dan syarat ibadah haji, yakni: 
1. Memiliki niat ikhlas hanya karena Allah Allah SWT berfirman, "Padahal mereka tidak diperintah, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama-Nya dengan lurus. " (Al-Bayyinah: 5). Dan sabda Nabi saw, "Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niatnya." (teks hadits dan takhirijnya sudah termaktub dalam pembahasan syarat-syarat sahnya wudhu '). 

2. Melaksanakan Wukuf di Arafah . Berdasarkan sabda Rasulullah saw., "Haji adalah 'Arafah (Wukuf)." (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 2441, Tirmidzi II: 188 no: 890, Nasa'i V: 264, Ibnu Majah II: 1003 no: 3015. dan' Aunul Ma'bud V: 425 no: 1933). Dari 'uwah ath-Thai ra berbicara, Aku pernah datang menemui Nabi saw. di Musdalifah sewaktu beliau pergi untuk shalat, lalu aku berkata, "Ya Rasulullah, sejatinya aku datang dari dua gunung Thai ; sangat letih untukku dan telah wuquf disana, lalu apakah ibadah haji saya sah? "Maka jawab Rasulullah saw.," Barangsiapa yang mengikuti shalat kami ini dan wuquf bersama kami hingga kami berangkat (dari sini) dan sebelumnya telah wuquf di Arafah pada siang atau malam hari, maka sempurnalah ibadah hajinya dan hilanglah kotorannya (Artinya dia telah melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya berupa manasik, pent.) "(Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 2442, Tirmidzi II: 188 no: 892, 'Aunul Ma'bud V: 427 no: 1934, dan Ibnu Majah II: 1004 no.3016 dan Nasa'i no: 263). 

3. Mabit di Muzdalifah sampai terbit matahari dan melaksanakan shalat shubuh di sana. Sebagaimana yang termaktub dalam hadits di atas: "Barangsiapa yang mengikuti shalat kami dan wuquf bersama kami hingga kami berangkat (dari sini menuju Mina), dan sebelumnya telah wuquf di Arafah pada siang atau malam hari maka sempurnalah ibadah hajinya dan hilanglah kotorannya. " 

4. Melaksanakan Thawaf Ifadhah. Allah SWT berfirman, " dan harus mereka melakukan thawaf di sekeliling rumah yang mulia (Baitullah). "(Al-Hajj: 29). Dari Aisyah ra berbicara, Shafiyah binti Huyay datang bulan setelah sebelumnya saya informasikan kepada Rasulullah saw, maka beliau bertanya, apakah ia menyebabkan kita tertahan atau terhalang dalam perjalanan kita sekarang ini (karena tidak dapat mengerjakan thawaf Ifadhah karena halnya itu, pent.)? "Saya jawab," Ya Rasulullah, bahwa Shafiyah sudah mengerjakan thawaf Ifadhah dan sudah thawaf di sekeliling Baitullah, kemudian setelah melakukan thawaf Ifadhah ia haidh. "Maka sabda Beliau," Kalau begitu harus dia keluar [pulang bersama kami]! "(Muttafaqun 'alaih: Fathul Bari III: 567 no: 1733, Muslim II: 964 no: 1211,' Aunul Ma'bud V: 486 no: 1987, Nasa'i I: 194, Tirmidzi II: 210 no: 949 dan Ibnu Majah II: 1021 no: 30725). Jadi, sabda Nabi saw., "Apakah ia menyebabkan kita tertahan, ini menunjukkan bahwa thawaf Ifadhah merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan, dan ia menjadi penghalang dan penahan untuk orang yang belum mengerjakannya. 

5. Melakukan sa'i antara Shafa dan Marwah.karena Rasulullah saw. melakukannya, bahkan beliau juga memerintahkannya:"Bersa'ilah; karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan pada kalian melakukan sa'i. " (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1072, al-Fathur Rabbani XII: 72 no: 277 dam Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul' Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz, atau Al- Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 489 - 491. 

Demikianlah beberapa rukun dan syarat haji yang kami coba uraikan secara singkat , mudah-mudahan kita semua diberikan kesempatan dan rezeki yang lapang untuk bisa pergi melaksanakan Ibadah haji di baitullah. Aamiin yaa robbal 'aalamiin 































Rukun dan syarat haji 4.5 5 heru wahyudi Sabtu, 15 Desember 2012 Rukun dan Persyaratan Haji merupakan sesuatu hal yang pokok dan dipandang perlu untuk dipahami oleh setiap calon jamaah haji yang ingin melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Kesempurnaan dalam beribadah tentu saja tentu saja merupakan harapan setiap hamba dalam menunaikannya, dalam hal ini adalah beribadah haji . Ketika rukun dan syarat haji sudah terpenuhi, maka secara syariat kita telah mengikutinya dan predikat haji mabrur Insya Allah bisa diraih. Rukun dan Persyaratan Haji   merupakan sesuatu hal yang pokok dan dipandang perlu untuk dipahami oleh setiap calon jamaah haji yang...


Back to top